Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

Minggu, 17 November 2013

Dokumentasi Kegiatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional 2013

1. Pelepas liaran burung oleh Biodiversitas Indonesia bersama-sama HIMBIO Unlam, B-Real, INOS Kalsel, dan  Impas-B di Kawasan hijau kampus Unlam Banjarmasin.
Pelepasan Burung Secara Simbolis dipimpin oleh Prof.Dr.Ir.H.M. Arief Soendjoto, M.Sc
Penasehat Biodiversitas Indonesia
2. Penyerahan Anggrek Secara Simbolis untuk ditanam di Lingkungan Kampus Unlam
Penyerahan Anggrek Secara Simbolis Kepada Inos Kalsel
Untuk di Tanam di Lingkungan Kampus Unlam Banjarmasin

Penyerahan Anggrek Secara Simbolis Kepada Perwakilan Impas-B
Unlam Banjarmasin
3. Pameran Foto Wild Life
Salah satu Foto Yang di Pamerkan

Koordinator Sahabat Bekantan, Agustina Ambar Pertiwi berfoto
di Salah satu koleksi Foto yang di pamerkan
Beberapa Koleksi Foto yang di Pamerkan
4. Pameran reptil

6. Pengukuhan Kader Konservasi
Penyematan Pin Kepada Anggota  Kader Konservasi Oleh BKSDA Kalsel

Penyematan Pin Kader Konservasi

Penyematan PIN Kader Konservasi oleh perwakilan BKSDA Kalsel

Foto Bersama Penasehat dan Ketua  Biodiversitas Indonesia bersama Dr. H. M. Zaini, M.Pd , Zulkarnain, S.St (BKSDA)
dan Para Kader Konservasi

7. Pengukuhan Sahabat Bekantan
Penyematan Pin Sahabat Bekantan Oleh Prof. Dr. Ir. H. M. Arief Soendjoto, M. Sc
Penasehat Biodiversitas Indonesia
Pengukuhan Sahabat Bekantan
Foto bersama Usai pengukuhan Sahabat Bekantan


8. Seminar HCPSN 2013  "Flora dan Fauna Terpelihara, Manusia Sejahtera"
Pembicara di Seminar Konservasi Keanekaragaman Hayati

Zulkarnain S.St Pembicara dari BKSDA Kalsel

Peserta Seminar Konservasi Keanekargaman Hayati
9. Panitia Even Peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional 2013
Panitia di balik Terselengaranya Even HCPSN 2013

Rabu, 13 November 2013

Seminar HCPSN 2013

Kegiatan Hari Cinta Puspa dan Satwa
Nasional 2013
Kabar Kalsel - Seminar Konservasi Peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) Tahun 2013 yang rencananya digelar Sabtu 16 November 2013 tinggal beberapa hari lagi. Peserta yang mendaftarpun sudah hampir maksimal, namun panitia masih memberi kesempatan bagi yang peserta yang ingin mengikuti seminar. Masih ada satu hari tersisa sebelum  pendaftaran ditutup pada hari Jum'at  (15/11). Seminar konservasi bertemakan "Flora dan Fauna Terpelihara, Manusia Sejahtera" ini adalah satu dari rangkaian kegiatan HCPSN 2013 yang gelar oleh Biodiversitas Indonesia bekerjasama dengan Unlam Banjarmasin dan BKSDA Kalsel di Aula Sasangga Banua, Pemprov Kalsel.


Agustina Ambar, penanggung jawab kegiatan menuturkan selain untuk membuka wawasan tentang pentingnya konservasi, seminar ini juga bertujuan untuk mengangkat kembali semangat dan kepedulian terhadap nasib flora dan fauna Kalsel. "Harapan kami mudah-mudahan, setelah mengikuti kegiatan ini, mereka bisa mensosialisasikan dan bersama-sama masyarakat mengaplikasikan apa yang telah mereka peroleh dalam seminar", paparnya.

Berdasarkan jadwal, acara akan dimulai sekitar pukul 09.00 Wita atau setelah kegiatan regestrasi ulang. Sebelum kegiatan seminar yang menghadirkan pembicara Prof. Dr.Ir.H.M.Arief Soendjoto, M.Sc guru besar Fakultas Kehutanan FKIP Unlam serta Ir. Supriyanto, Kepala BKSDA Kalsel, rencananya akan diadakan pengukuhan Kader Konservasi serta Sahabat Bekantan oleh Kepala BKSDA Kalsel.

Selain fasilitas snack dan makan siang, serta kit seminar panitia juga telah mempersiapkan sertifikat bagi peserta. Karenanya bagi yang berminat masih ada kesempatan untuk melakukan regestrasi sampai dengan Jum'at (15/11). Untuk informasi pendaftaran bisa menghubungi panitia, Amalia : 08215492889 dan Ambar : 089692135885.

Kamis, 07 November 2013

Kasturi, Flora Maskot Kalsel yang Terancam Punah

Biodiversitas Indonesia - Salah satu flora endemik yang telah ditetapkan sebagai Maskot Kalimantan Selatan untuk kategori tumbuhan yaitu Kasturi kini terancam punah. Bahkan pada tahun 2008, oleh Tim penilai dari The United Nations Environment Programme's - World Conservation Monitoring Centre (UNEP-WCMC), Kasturi (Mangifera casturi) dinyatakan masuk dalam katagori punah in-situ (Extinct in the Wild = EW).
Buah Kasturi, (Mangifera casturi)

Di Kalsel sedikitknya ada  tiga varietas Mangifera casturi yang dikenal masyarakat yakni Kasturi, Kastuban dan Palipisan.  Di antara tiga varietas tersebut, Kasturi merupakan buah khas yang telah sangat familiar. Keunggulan Kasturi tidak hanya pada rasanya yang manis tetapi juga aroma atau wanginya yang khas yang disukai oleh masyarakat Kalimantan Selatan. 

Pohon Kasturi dapat mencapai tinggi 25 m dengan diameter batang ± 40 – 115 cm. Kulit kayu berwarna putih keabu-abuan sampai coklat terang, kadangkala terdapat retakan atau celah kecil ± 1 cm berupa kulit kayu mati dan mirip dengan Mangifera indica. Daun bertangkai, berbentuk lanset memanjang dengan ujung runcing dan pada kedua belah sisi tulang daun tengah terdapat 12 – 25 tulang daun samping. Daun muda menggantung lemas dan berwarna ungu tua.

Bunga majemuk berkelamin ganda dengan bentuk bunga rasemos dan kerapkali berambut rapat. Panjang tangkai bunga ± 28 cm dengan anak tangkai sangat pendek, yaitu 2 – 4 mm. Daun kelopak bulat telur memanjang dengan panjang 2 – 3 mm. Daun mahkota bulat telur memanjang dan bunga berbau harum. Benang sari sama panjang dengan mahkota, staminodia sangat pendek dan seperti benang sari yang tertancap pada tonjolan dasar bunga.

Buah berbentuk bulat sampai ellipsoid dengan berat kurang dari 80 gram, daging buah kuning atau oranye dan berserabut. Biji batu dengan dinding yang tebal. Kulit buah tipis dengan warna hijau terang dengan bintik-bintik berwarna gelap dan apabila masak maka kulit buah berubah menjadi merah-ungu kehitaman . Daging buah berwarna oranye gelap, kandungan serat 1,06% dan memiliki rasa yang manis dan lezat. Kasturi berbuah pada awal musim hujan atau sekitar bulan Januari.

Berdasarkan keputusan Menteri Dalam Negeri No. 48 tahun 1989 tentang identitas flora masing-masing provinsi, Kasturi ditetapkan sebagai maskot Kalsel. Sayangnya Maskot kebanggan Kalimantan Selatan ini nasibnya sama memprihatinkannya dengan Bekantan (Nasalis laravatus) yang kini juga terancam punah. Berdasarkan IUCN Red List Categories 30 November 1994, Kasturi telah dimasukan kedalam daftar kategori tumbuhan langka (mj).

Referensi : Wikipedia- Mangga_kasturi